Hari ini tepat di hari Natal, saya dijumpai seorang wanita berwajah oriental, tubuh tidak terlalu tinggi, rambut lurus diikat hingga terlihat tengkuk lehernya, dan yang paling menarik adalah senyumannya. Wanita ini mungkin hampir seumuran dengan saya tapi lebih tua. Yang menurut saya aneh adalah wanita tidak ada hentinya untuk tersenyum kepada saya. Kemudian ia dengan sopan dan lembut menyodorkan sesuatu kepada saya. Ternyata 'sesuatu' itu adalah secarik kertas karton pink yang di laminasi rapi dan pada karton itu terdapat tulisan
Dear temanku, aku adalah seorang tunawicara (bisu). Jika kau berkenan, bolehkah saya menawarkan padamu cinderamata yang aku buat dengan tanganku sendiri. Jika kau mau, kau dapat membelinya seharga Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah). Jika kurang menarik, aku dapat maklum. Sekali lagi aku minta maaf jika kehadiranku mengganggu waktumu dan terimakasih atas segala kesempatan yang kau berikan, temanku..
Setelah ia memberikan karton itu, ia menunjukkan 'sesuatu' yang ia coba tawarkan di karton itu. Ternyata itu adalah gelang. Sambil menunjukkan gelang itu, ia mencoba memberitahu dengan gerakan yang terbatas kalau gelang itu dapat dikenakan di pergelangan tangan dan di pergelangan kaki . Pelan pelan saya merogoh kantong belakang celana saya dan mengambil pecahan dua puluh ribuan dan segera memberikan kepadanya. Kemudian wanita ini meraih tangan kanan saya dan mencoba memakaikan gelang itu sambil tersenyum puas. Sesekali ia bertanya apakah perlu diikat sekali lagi. Ia melakukan dua kali ikatan. Setelah gelang ini terpasang di tangan kanan saya, ia menyatukan kedua tangannya tanda terimakasih dan segera pergi.
Pertama kali aku disodorkan karton itu ialah apakah wanita ini melakukan sesuatu yang jujur atau ia hanya berpura pura tidak bisa bicara. Namun, saya berpikir dua kali dan merasa bahwa tidak ada salahnya membantunya. Toh, berpura pura atau tidak, niat saya adalah memberi bantuan. Ini yang saya sebut dengan prasangka. Pra dan Sangka berarti sangkaan yang timbul sebelum sesuatu itu benar adanya. Hal itu wajar terjadi.Apakah prasangka ini meleset dari fakta atau benar benar sesuai dengan realita nantinya. Entahlah
Gelang itu hingga sekarang masih melekat di tangan kanan saya. Gelang ini berwarna merah menyala. Gelang ini tidak menarik, tidak istimewa bentuknya, dan tidak mahal harganya. Namun sungguh berarti...

No comments:
Post a Comment