Monday, December 27, 2010
Tujuan = Hidup
Gua pernah bertanya tanya pada suatu saat tertentu mengapa kita ditaruh di dunia dan apakah makna hidup ini sebenarnya. Tentu saja, ada banyak banget pandangan terhadap pertanyaan ini, dan kemungkinannya akan terdapat 3 pandangan dan mungkin malah lebih!
Yang pertama adalah pandangan humanistik, yang mengatakan bahwa kita harus melakukan apa saja yang mungkin untuk mencapai potensi kita sepenuhnya, bahwa kita harus berusaha keras untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan. Kedua, kebanyakan kaum fundamentalis mengatakan bahwa tujuan dan alasan terakhir kita sebagai manusia untuk hidup adalah memuliakan Penciptanya. Yang ketiga adalah, sebagaimana yang dipikirkan oleh banyak pemimpin besar sepanjang sejarah dan diperlihatkan oleh contoh mereka, adalah melayani sesama manusia. Muhammad SAW, Yesus Kristus, para Budha, Bunda Teresa, dan Albert Schweitzer adalah contoh contoh orang yang melibatkan seluruh hidupnya pada pelayanan sesama.
Pandangan apapun yang lo sukai, terdapat sejumlah besar sinergi dan kesamaan dalam semua pendekatan ini. Bisa dibilang, bahwa melayani orang orang lain merupakan tantangan paling besar bagi bakat bakat dan kemampuan kemampuan seseorang. Yang menambah kemuliaan Pencipta kita adalah bekerja bareng bareng dan saling membantu mengatasi kemiskinan bersama, keputusasaan, dan kegagalan manusia pada zaman ini.
Entah lo yakin bahwa tujuan lo dalam hidup ini adalah mencapai potensi lo sepenuhnya, memuliakan Pencipta kita, atau melayani orang orang lain, hal tersebut cuma bisa dicapai melalui pengorbanan pribadi, usaha tekun, dan kerja sama erat dengan orang lain. Lo harus menemukan sesuatu yang lebih besar dan lebih mulia daripada diri lo sendiri, suatu cita cita yang menggelorakan emosi lo lebih daripada lain- lainnya. Itu semua adalah bagian dari perkembangan moral kita di masyarakat. Identifikasi figur, itu yang kita butuhkan agar kita dapat mencapai suatu tingkat yang dinamakan ideal diri. Kita masing masing sebaiknya berusaha untuk membuat dunia ini menjadi suatu tempat yang lebih baik daripada yang kita temukan dulu, kini, dan mungkin yang akan datang. Dan tetaplah menjadi tugas kita masing masing untuk menentukan apa andil kita dan apa apa saja yang dapat kita berikan. Coba deh renungin, siapa tau kita semua dapat pencerahan yang dapat 'memanusiakan' diri lo sebagai manusia : "Dunia macam apakah jadinya dunia ini, apabila setiap orang di dalamnya hanyalah seperti saya?"
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Yang jelas gua yakin, kita semua udah punya tujuan hidup kita masing masing. Entah pandangan lo sesuai dengan pendekatan yang mana. Itu adalah kebebasan yang patut kita perjuangkan dan pertanggungjawabkan di masa depan nantinya. Kita semua unik, ga ada yang simetris. Jadi perbedaan itu wajar, gausah dijadiin masalah. Perbedaan pandangan kita semua bisa aja jadi suatu pandangan baru yang mungkin aja lebih hebat dari pandangan yang udah kita pegang. Semua itu mungkin, hanya saja apakah kita dapat berbesar hati untuk menerima itu semua? Hanya kita masing masing yang dapat menjawabnya.
--whatdoyathink?--
Yang pertama adalah pandangan humanistik, yang mengatakan bahwa kita harus melakukan apa saja yang mungkin untuk mencapai potensi kita sepenuhnya, bahwa kita harus berusaha keras untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan. Kedua, kebanyakan kaum fundamentalis mengatakan bahwa tujuan dan alasan terakhir kita sebagai manusia untuk hidup adalah memuliakan Penciptanya. Yang ketiga adalah, sebagaimana yang dipikirkan oleh banyak pemimpin besar sepanjang sejarah dan diperlihatkan oleh contoh mereka, adalah melayani sesama manusia. Muhammad SAW, Yesus Kristus, para Budha, Bunda Teresa, dan Albert Schweitzer adalah contoh contoh orang yang melibatkan seluruh hidupnya pada pelayanan sesama.
Pandangan apapun yang lo sukai, terdapat sejumlah besar sinergi dan kesamaan dalam semua pendekatan ini. Bisa dibilang, bahwa melayani orang orang lain merupakan tantangan paling besar bagi bakat bakat dan kemampuan kemampuan seseorang. Yang menambah kemuliaan Pencipta kita adalah bekerja bareng bareng dan saling membantu mengatasi kemiskinan bersama, keputusasaan, dan kegagalan manusia pada zaman ini.
Entah lo yakin bahwa tujuan lo dalam hidup ini adalah mencapai potensi lo sepenuhnya, memuliakan Pencipta kita, atau melayani orang orang lain, hal tersebut cuma bisa dicapai melalui pengorbanan pribadi, usaha tekun, dan kerja sama erat dengan orang lain. Lo harus menemukan sesuatu yang lebih besar dan lebih mulia daripada diri lo sendiri, suatu cita cita yang menggelorakan emosi lo lebih daripada lain- lainnya. Itu semua adalah bagian dari perkembangan moral kita di masyarakat. Identifikasi figur, itu yang kita butuhkan agar kita dapat mencapai suatu tingkat yang dinamakan ideal diri. Kita masing masing sebaiknya berusaha untuk membuat dunia ini menjadi suatu tempat yang lebih baik daripada yang kita temukan dulu, kini, dan mungkin yang akan datang. Dan tetaplah menjadi tugas kita masing masing untuk menentukan apa andil kita dan apa apa saja yang dapat kita berikan. Coba deh renungin, siapa tau kita semua dapat pencerahan yang dapat 'memanusiakan' diri lo sebagai manusia : "Dunia macam apakah jadinya dunia ini, apabila setiap orang di dalamnya hanyalah seperti saya?"
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Yang jelas gua yakin, kita semua udah punya tujuan hidup kita masing masing. Entah pandangan lo sesuai dengan pendekatan yang mana. Itu adalah kebebasan yang patut kita perjuangkan dan pertanggungjawabkan di masa depan nantinya. Kita semua unik, ga ada yang simetris. Jadi perbedaan itu wajar, gausah dijadiin masalah. Perbedaan pandangan kita semua bisa aja jadi suatu pandangan baru yang mungkin aja lebih hebat dari pandangan yang udah kita pegang. Semua itu mungkin, hanya saja apakah kita dapat berbesar hati untuk menerima itu semua? Hanya kita masing masing yang dapat menjawabnya.
--whatdoyathink?--
Sunday, December 26, 2010
IF YOU BELIEVE YOU CAN, YOU CAN!
Akhir akhir ini sering banget terlintas di pikiran gua soal, apakah nanti saya berhasil atau engga. Apakah yang membuat saya berhasil? Apa ada cara cara khusus yang memudahkan saya untuk mencapai suatu keberhasilan? Ternyata ada..
Gua sangat kagum sama orang yang berkata, " Gua yakin berhasil.". Walaupun keberhasilan sering banget telah berada persis di hadapan kita, keberhasilan itu bisa aja berubah karena ada faktor faktor yang ga dapat kita kendalikan. Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan, "Gua yakin pasti gagal," sebelum dia mencoba? Jika refleksi kata kata seperti ini yang timbul, maka hal ini akan sangat memengaruhi (bukan mempengaruhi) keyakinannya. Jangankan berjuang untuk mencapai hasil yang maksimal. mencoba pun dengan cara ogah ogahan, ya ga sih. Orang seperti ini, mungkin bukan gagal 100% tapi telah gagal 110% karena sebelum nyoba udah menyatakan ga bisa.
Kebanyakan orang yang ga berani mencoba atau ragu ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (sef confidence) pada diri mereka. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita ga akan pernah berpikir bahwa kita mampu melakukan hal yang hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dan tragisnya, dalam beberapa kasus, kita bahkan ga berani mencoba. Coba pikir deh, apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo punya rasa percaya diri yang hebat, yang selalu membuat otak lo berpikir bahwa lo bisa dan lo selalu mampu untuk melakukan segala sesuatu? Apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo mempunyai keyakinan yang begitu hebat yang menyebabkan lo sama sekali ga takut untuk gagal? Yang gua tau sih, sebagian orang sukses mulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau malah sama sekali ga ada. Akan tetapi, mereka melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa, dan akhirnya mereka menjadi sangat berani dan terbuka terhadap dunia luar. Sepertinya sih kuncinya ada ketika kita jujur sama diri kita sendiri, jujur terhadap segala potensi besar yang terkandung dalam diri lo, dan jalanin hidup lo secara konsisten dengan nilai tertinggi dan potensi terbesar dalam diri lo. Inilah kunci yang akan mengarahkan kita pada keyakinan yang positif, yang bernilai dan berpengaruh besar pada kehidupan lo nantinya. Amin
Your focus determines your reality, itu jargon yang selama ini gua pegang. Keyakinan lo mempengaruhi realitas hidup lo nantinya. Keyakinan hidup lo punya korelasi yang besar terhadap kelakukan lo setiap hari. Mulai dari cara dan gaya bicara lo, estetika dari penggunaan bahasa lo, dan cara lo berkomunikasi dengan orang.
Nah sekarang tinggal timbul pertanyaan, kapan kita akan memulai?
Sudahkah saya?
Sudahkah kamu?
Sudahkah kita semua?
Gua sangat kagum sama orang yang berkata, " Gua yakin berhasil.". Walaupun keberhasilan sering banget telah berada persis di hadapan kita, keberhasilan itu bisa aja berubah karena ada faktor faktor yang ga dapat kita kendalikan. Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan, "Gua yakin pasti gagal," sebelum dia mencoba? Jika refleksi kata kata seperti ini yang timbul, maka hal ini akan sangat memengaruhi (bukan mempengaruhi) keyakinannya. Jangankan berjuang untuk mencapai hasil yang maksimal. mencoba pun dengan cara ogah ogahan, ya ga sih. Orang seperti ini, mungkin bukan gagal 100% tapi telah gagal 110% karena sebelum nyoba udah menyatakan ga bisa.
Kebanyakan orang yang ga berani mencoba atau ragu ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (sef confidence) pada diri mereka. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita ga akan pernah berpikir bahwa kita mampu melakukan hal yang hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dan tragisnya, dalam beberapa kasus, kita bahkan ga berani mencoba. Coba pikir deh, apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo punya rasa percaya diri yang hebat, yang selalu membuat otak lo berpikir bahwa lo bisa dan lo selalu mampu untuk melakukan segala sesuatu? Apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo mempunyai keyakinan yang begitu hebat yang menyebabkan lo sama sekali ga takut untuk gagal? Yang gua tau sih, sebagian orang sukses mulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau malah sama sekali ga ada. Akan tetapi, mereka melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa, dan akhirnya mereka menjadi sangat berani dan terbuka terhadap dunia luar. Sepertinya sih kuncinya ada ketika kita jujur sama diri kita sendiri, jujur terhadap segala potensi besar yang terkandung dalam diri lo, dan jalanin hidup lo secara konsisten dengan nilai tertinggi dan potensi terbesar dalam diri lo. Inilah kunci yang akan mengarahkan kita pada keyakinan yang positif, yang bernilai dan berpengaruh besar pada kehidupan lo nantinya. Amin
Your focus determines your reality, itu jargon yang selama ini gua pegang. Keyakinan lo mempengaruhi realitas hidup lo nantinya. Keyakinan hidup lo punya korelasi yang besar terhadap kelakukan lo setiap hari. Mulai dari cara dan gaya bicara lo, estetika dari penggunaan bahasa lo, dan cara lo berkomunikasi dengan orang.
Nah sekarang tinggal timbul pertanyaan, kapan kita akan memulai?
Sudahkah saya?
Sudahkah kamu?
Sudahkah kita semua?
Saturday, December 25, 2010
Sok puitis? Memang
Jadi waktu itu gua pernah dikasih tugas disuruh buat karya sastra lama. Nah, waktu itu gua kebagian disuruh buat syair model lama. Agak bingung sih sejujurnya waktu itu buatnya. Tapi akhirnya jadi juga. Jadi, sekarang ya itung itung sekalian melakukan pembiasaan terhadap kegiatan posting untuk blog yang baru gua buat sekitar15 jam yang lalu ini, gua pengen sekedar berbagi tentang syair yang pernah gua bikin itu. Daripada ga kepake dan gua buang, mendingan gua post disini ( pada akhirnya nanti gua buang atau engga ya masih belom tau sih). Enjoy!
Aku tidak mengerti apa rasa cinta
Namun tersirat saat mata indahnya
Mencairkan segala belenggu jiwa
Yang membuat tak berdaya saat berjumpa dengannya
Kini aku sadar dirimu begitu bermakna
Membuatku selalu ingin terjaga
Di saat bulan menampakkan keindahan cahaya
Di tengah dinginnya rindu hati padanya
Tetapi sekali lagi aku tidak mengerti
Mengapa engkau begitu mudah untuk dikagumi
Mengapa engkau begitu mudah untuk dicintai
Ataukah aku yang harus mencari?
Aku teringat saat dirimu menari
Elok bak burung merpati
Yang hinggap cantik dan suci
Sungguh keindahan yang sulit dicari
Aku bertanya pada diriku sendiri
Apakah aku harus melanjutkan pencarian ini?
Tapi aku tidak mau mengucap janji
Aku takut dicaci, aku takut dimaki
Namun aku berjanji bahwa saatnya nanti
Aku kan menggapaimu kembali
Membuang segala ketakutan di dalam benak ini
Karena hanya imaji yang menemani
Bosan dengan perihku sendiri
Ya, aku pasti kembali...
Aku tidak mengerti kedalaman sebuah arti cinta
Namun terasa saat perpisahan itu tiba
Terkadang aku mengerti ketika aku menyentuh jemari seorang wanita
yang berdiri tersenyum di pelupuk mata.Aku tidak mengerti apa rasa cinta
Namun tersirat saat mata indahnya
Mencairkan segala belenggu jiwa
Yang membuat tak berdaya saat berjumpa dengannya
Kini aku sadar dirimu begitu bermakna
Membuatku selalu ingin terjaga
Di saat bulan menampakkan keindahan cahaya
Di tengah dinginnya rindu hati padanya
Tetapi sekali lagi aku tidak mengerti
Mengapa engkau begitu mudah untuk dikagumi
Mengapa engkau begitu mudah untuk dicintai
Ataukah aku yang harus mencari?
Aku teringat saat dirimu menari
Elok bak burung merpati
Yang hinggap cantik dan suci
Sungguh keindahan yang sulit dicari
Aku bertanya pada diriku sendiri
Apakah aku harus melanjutkan pencarian ini?
Tapi aku tidak mau mengucap janji
Aku takut dicaci, aku takut dimaki
Namun aku berjanji bahwa saatnya nanti
Aku kan menggapaimu kembali
Membuang segala ketakutan di dalam benak ini
Karena hanya imaji yang menemani
Bosan dengan perihku sendiri
Ya, aku pasti kembali...
--whatdoyathink?--
Memorable Moment : GONZAGA 22 NGAYOGYAKARTA !
With every friend I love who has been taken into the brown bosom of the earth a part of me has been buried there. But their contribution to my being of happiness, strength and understanding remains to sustain me in an altered world. Thanks a lot friends :D
Prasangka dan Realita
25 Desember 2010
Hari ini tepat di hari Natal, saya dijumpai seorang wanita berwajah oriental, tubuh tidak terlalu tinggi, rambut lurus diikat hingga terlihat tengkuk lehernya, dan yang paling menarik adalah senyumannya. Wanita ini mungkin hampir seumuran dengan saya tapi lebih tua. Yang menurut saya aneh adalah wanita tidak ada hentinya untuk tersenyum kepada saya. Kemudian ia dengan sopan dan lembut menyodorkan sesuatu kepada saya. Ternyata 'sesuatu' itu adalah secarik kertas karton pink yang di laminasi rapi dan pada karton itu terdapat tulisan
Setelah ia memberikan karton itu, ia menunjukkan 'sesuatu' yang ia coba tawarkan di karton itu. Ternyata itu adalah gelang. Sambil menunjukkan gelang itu, ia mencoba memberitahu dengan gerakan yang terbatas kalau gelang itu dapat dikenakan di pergelangan tangan dan di pergelangan kaki . Pelan pelan saya merogoh kantong belakang celana saya dan mengambil pecahan dua puluh ribuan dan segera memberikan kepadanya. Kemudian wanita ini meraih tangan kanan saya dan mencoba memakaikan gelang itu sambil tersenyum puas. Sesekali ia bertanya apakah perlu diikat sekali lagi. Ia melakukan dua kali ikatan. Setelah gelang ini terpasang di tangan kanan saya, ia menyatukan kedua tangannya tanda terimakasih dan segera pergi.
Pertama kali aku disodorkan karton itu ialah apakah wanita ini melakukan sesuatu yang jujur atau ia hanya berpura pura tidak bisa bicara. Namun, saya berpikir dua kali dan merasa bahwa tidak ada salahnya membantunya. Toh, berpura pura atau tidak, niat saya adalah memberi bantuan. Ini yang saya sebut dengan prasangka. Pra dan Sangka berarti sangkaan yang timbul sebelum sesuatu itu benar adanya. Hal itu wajar terjadi.Apakah prasangka ini meleset dari fakta atau benar benar sesuai dengan realita nantinya. Entahlah
Gelang itu hingga sekarang masih melekat di tangan kanan saya. Gelang ini berwarna merah menyala. Gelang ini tidak menarik, tidak istimewa bentuknya, dan tidak mahal harganya. Namun sungguh berarti...
Hari ini tepat di hari Natal, saya dijumpai seorang wanita berwajah oriental, tubuh tidak terlalu tinggi, rambut lurus diikat hingga terlihat tengkuk lehernya, dan yang paling menarik adalah senyumannya. Wanita ini mungkin hampir seumuran dengan saya tapi lebih tua. Yang menurut saya aneh adalah wanita tidak ada hentinya untuk tersenyum kepada saya. Kemudian ia dengan sopan dan lembut menyodorkan sesuatu kepada saya. Ternyata 'sesuatu' itu adalah secarik kertas karton pink yang di laminasi rapi dan pada karton itu terdapat tulisan
Dear temanku, aku adalah seorang tunawicara (bisu). Jika kau berkenan, bolehkah saya menawarkan padamu cinderamata yang aku buat dengan tanganku sendiri. Jika kau mau, kau dapat membelinya seharga Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah). Jika kurang menarik, aku dapat maklum. Sekali lagi aku minta maaf jika kehadiranku mengganggu waktumu dan terimakasih atas segala kesempatan yang kau berikan, temanku..
Setelah ia memberikan karton itu, ia menunjukkan 'sesuatu' yang ia coba tawarkan di karton itu. Ternyata itu adalah gelang. Sambil menunjukkan gelang itu, ia mencoba memberitahu dengan gerakan yang terbatas kalau gelang itu dapat dikenakan di pergelangan tangan dan di pergelangan kaki . Pelan pelan saya merogoh kantong belakang celana saya dan mengambil pecahan dua puluh ribuan dan segera memberikan kepadanya. Kemudian wanita ini meraih tangan kanan saya dan mencoba memakaikan gelang itu sambil tersenyum puas. Sesekali ia bertanya apakah perlu diikat sekali lagi. Ia melakukan dua kali ikatan. Setelah gelang ini terpasang di tangan kanan saya, ia menyatukan kedua tangannya tanda terimakasih dan segera pergi.
Pertama kali aku disodorkan karton itu ialah apakah wanita ini melakukan sesuatu yang jujur atau ia hanya berpura pura tidak bisa bicara. Namun, saya berpikir dua kali dan merasa bahwa tidak ada salahnya membantunya. Toh, berpura pura atau tidak, niat saya adalah memberi bantuan. Ini yang saya sebut dengan prasangka. Pra dan Sangka berarti sangkaan yang timbul sebelum sesuatu itu benar adanya. Hal itu wajar terjadi.Apakah prasangka ini meleset dari fakta atau benar benar sesuai dengan realita nantinya. Entahlah
Gelang itu hingga sekarang masih melekat di tangan kanan saya. Gelang ini berwarna merah menyala. Gelang ini tidak menarik, tidak istimewa bentuknya, dan tidak mahal harganya. Namun sungguh berarti...
Subscribe to:
Posts (Atom)






