"Tell me how to win your heart" - R
Saturday, January 15, 2011
Sunday, January 2, 2011
JAMBORE, it was..
haha jadi keinget jambore jamborean lagi nih haha. Saat saat yang asik banget, ya ga sih?
JAMBORE XX : Waduk Sermo, Wates, D.I. Yogyakarta
Zeus, Helios, Dionysus, Demeter, Hades, Poseidon, Atlas, Hermes, Apollo, Aphrodite, Ares, Kronos, Oranos, Gaia, Prometheus
Polis XI : ATLAS
Dito, Sinsoe, Tanti, Tian, Willy, Andrew, Pierre, Ryan, Sivinadia, Lintang, Cita, Michael Evan, Ribud, Dea, dan Wahyu
Sayang banget Wahyu dan Dea udah ga di gonz lagi...
ga lupa nih 2 orang mentor kita , Bean dan Agnes yang selalu bantuin kita semua
Ayoo kapan ngumpul lagi, sekedar berbagi cerita dan pengalaman baru. Kangen banget nih sama mereka semua. Kita pasti ketemu lagi ; )
JAMBORE XXI : Waduk Jatiluhur, Jatiluhur, Jawa Barat
Osiris, Ra, Amun, Anubis, Isis, Nekhbet, Sekhmet, Seth, Geb, Bast, Nephtys, Hathor, Thoth, Horus, Shu
Terimakasih untuk semua pharaoh dan peserta Jambore XXI, kalian semua memang hebat!!

JAMBORE XX : Waduk Sermo, Wates, D.I. Yogyakarta
Zeus, Helios, Dionysus, Demeter, Hades, Poseidon, Atlas, Hermes, Apollo, Aphrodite, Ares, Kronos, Oranos, Gaia, Prometheus
Polis XI : ATLAS
Dito, Sinsoe, Tanti, Tian, Willy, Andrew, Pierre, Ryan, Sivinadia, Lintang, Cita, Michael Evan, Ribud, Dea, dan Wahyu
Sayang banget Wahyu dan Dea udah ga di gonz lagi...
ga lupa nih 2 orang mentor kita , Bean dan Agnes yang selalu bantuin kita semua
Ayoo kapan ngumpul lagi, sekedar berbagi cerita dan pengalaman baru. Kangen banget nih sama mereka semua. Kita pasti ketemu lagi ; )
JAMBORE XXI : Waduk Jatiluhur, Jatiluhur, Jawa Barat
Osiris, Ra, Amun, Anubis, Isis, Nekhbet, Sekhmet, Seth, Geb, Bast, Nephtys, Hathor, Thoth, Horus, Shu
Terimakasih untuk semua pharaoh dan peserta Jambore XXI, kalian semua memang hebat!!

Terimakasih paling besar gua kepada seluruh seksi acara yang bersama menyusun Jambore ini, Bhima Atmadja, Patricia Christabel, Boris Nathanael, dan Ignatius Abimanyu selaku Senat
Dan seluruh pihak; Ketua, Wakil ketua, Bendahara, Sekretaris, PPPK, Keamanan, Perlengkapan, Konsumsi,
Kebersihan, Transportasi, Dokumentasi, dan para Mentor Jambore. Kalian semua keren banget men !
Remember?
SUKADUKADUKASUKA
Sukacita kita adalah dukacita kita sendiri yang menyingkapkan kedoknya.
Dan dari sumber yang sama, gelak tawa kita yang bangkit seringkali dipenuhi dengan air mata
Dan bagaimana yang lain dapat terjadi?
Semakin dalam duka itu menggores ke dalam jiwa, maka semakin mampulah jiwa kita menampung bahagia
Apabila kita bergembira, tengoklah ke dalam hati kita dan akan kita temukan itulah satu satunya yang pernah memberi kita dukacita yang tengah memberi kita kesenangan
Apabila kita bersedih tengoklah lagi ke dalam hati kita, dan akan kita saksikan bahwa hakikatnya kita sedang menangisi sesuatu yang pernah memberi kita kesenangan
Sebenarnya kita ditempatkan di tengah timbangan yang adil, antara suka dan derita
Hanya ketika kita merasa hampa, kita berada di perhentian dan..... Seimbang
Dan dari sumber yang sama, gelak tawa kita yang bangkit seringkali dipenuhi dengan air mata
Dan bagaimana yang lain dapat terjadi?
Semakin dalam duka itu menggores ke dalam jiwa, maka semakin mampulah jiwa kita menampung bahagia
Apabila kita bergembira, tengoklah ke dalam hati kita dan akan kita temukan itulah satu satunya yang pernah memberi kita dukacita yang tengah memberi kita kesenangan
Apabila kita bersedih tengoklah lagi ke dalam hati kita, dan akan kita saksikan bahwa hakikatnya kita sedang menangisi sesuatu yang pernah memberi kita kesenangan
Sebenarnya kita ditempatkan di tengah timbangan yang adil, antara suka dan derita
Hanya ketika kita merasa hampa, kita berada di perhentian dan..... Seimbang
Saturday, January 1, 2011
20 10 20 11
Seperti yang udah kita tahu, tahun 2010 sudah selesai, sudah berakhir, sudah lewat, dan sudah tertinggal. Namun, segala memori, pengalaman, dan juga harapan tetap ada di tahun kemarin. Baik yang sudah tercapai atau yang belum... ya itu jadi refleksi diri saya sendiri di tahun baru ini. 2011
Yap, tahun 2010 adalah tahun yang sama sekali baru. Banyak hal yang spesifik berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Jelas, setiap hari kita mengalami hal yang sama sekali baru juga toh. Banyak kenangan yang manis dan pahit, banyak emosi yang terluapkan menjadi kata dan juga air mata. Banyak, banyak sekali. Dan itu semua sudah menjadi bingkai yang terpasang di dalam gambaran diri sendiri di tahun 2010.Bertemu dengan orang baru, merasakan tugas tugas , dan juga pengalaman hidup yang juga baru, rasanya seperti masuk ke dalam dimensi ruang dan waktu yang kelabu. Mengapa kelabu? karena saya sendiri juga belum dapat mengungkap sepenuhnya mengapa terjadi ini, mengapa terjadi itu, mengapa saya mengalami ini, mengapa saya mengalami itu, itu masih menjadi misteri bagi saya.
Baru kali ini saya mendapatkan teman yang sangat dekat, teman yang saya anggap seperti keluarga saya sendiri. Saya juga mendapatkan teman teman muda baru yang saya selalu berharap agar mereka selalu sehat dan dapat menggapai apa yang mereka cita citakan. Amin. Mungkin memang hal ini sudah saya alami 2 kali, Tetapi, ya bagaimanapun masing masing dari pertemuan ini sangatlah spesial, bermakna, dan selalu menjadi kenangan tersendiri.
Sedih, senang, suka, duka, bangga, kecewa, meninggalkan, dan ditinggalkan, itu semua dirangkai menjadi satu tersusun dalam mozaik yang terpampang jelas di dinding ruangan ini. Ruangan yang selalu saya masuki setiap hari paling tidak sebelum liburan kemarin. Kolese Gonzaga.
Kembali ke apa yang saya tuturkan diatas, 2011 sudah kita masuki bersama. Tentu banyak pengharapan yang ingin dicapai. Tentu ingin lebih baik dari yang kemarin. Itu semua pasti kita harapkan bersama. Kalau ada peristiwa pahit dan kurang berkenan lainnya, bukan berarti hidup kita di tahun 2011 sama atau bahkan kebih buruk dari tahun 2010. Hanya saja peristiwa yang berbeda. Menyakitkan atau tidak? Relatif. Yang jelas kita hanya ingin kualitas hidup kita berkembang ( bukan hanya berubah) di tahun 2011.
Dari semua pencapaian saya di tahun 2011, masih jauh dari sempurna. Dan itu semua saya harap tumbuh di tahun 2011 ini. Misalkan dinilai berhasil oleh orang lain. Ya mungkin itu hanya penilaian sebagian orang saja dan mungkin juga itu adalah keberuntungan dari kesempatan yang saya ambil. Saya bukan orang yang oportunis, tapi kebetulan saya pandai mencari kesempatan. Misalkan dinilai kurang berhasil oleh orang lain, ya itu semua mungkin dikarenakan oleh kurangnya kemauan, konsentrasi, dan kemampuan di level saya pribadi.
Yang jelas, berpikir apa yang kita mau di tahun ini itu penting. Penting sekali punya target. Target yang harus dicapai tentunya, Barulah kita tahu apa saja usaha usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target kita sendiri.
Semoga, kita semua mendapatkan apa yang kita harapkan di tahun 2011 ini, tahun yang menggembirakan.
Cheers ;D
Yap, tahun 2010 adalah tahun yang sama sekali baru. Banyak hal yang spesifik berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Jelas, setiap hari kita mengalami hal yang sama sekali baru juga toh. Banyak kenangan yang manis dan pahit, banyak emosi yang terluapkan menjadi kata dan juga air mata. Banyak, banyak sekali. Dan itu semua sudah menjadi bingkai yang terpasang di dalam gambaran diri sendiri di tahun 2010.Bertemu dengan orang baru, merasakan tugas tugas , dan juga pengalaman hidup yang juga baru, rasanya seperti masuk ke dalam dimensi ruang dan waktu yang kelabu. Mengapa kelabu? karena saya sendiri juga belum dapat mengungkap sepenuhnya mengapa terjadi ini, mengapa terjadi itu, mengapa saya mengalami ini, mengapa saya mengalami itu, itu masih menjadi misteri bagi saya.
Baru kali ini saya mendapatkan teman yang sangat dekat, teman yang saya anggap seperti keluarga saya sendiri. Saya juga mendapatkan teman teman muda baru yang saya selalu berharap agar mereka selalu sehat dan dapat menggapai apa yang mereka cita citakan. Amin. Mungkin memang hal ini sudah saya alami 2 kali, Tetapi, ya bagaimanapun masing masing dari pertemuan ini sangatlah spesial, bermakna, dan selalu menjadi kenangan tersendiri.
Sedih, senang, suka, duka, bangga, kecewa, meninggalkan, dan ditinggalkan, itu semua dirangkai menjadi satu tersusun dalam mozaik yang terpampang jelas di dinding ruangan ini. Ruangan yang selalu saya masuki setiap hari paling tidak sebelum liburan kemarin. Kolese Gonzaga.
Kembali ke apa yang saya tuturkan diatas, 2011 sudah kita masuki bersama. Tentu banyak pengharapan yang ingin dicapai. Tentu ingin lebih baik dari yang kemarin. Itu semua pasti kita harapkan bersama. Kalau ada peristiwa pahit dan kurang berkenan lainnya, bukan berarti hidup kita di tahun 2011 sama atau bahkan kebih buruk dari tahun 2010. Hanya saja peristiwa yang berbeda. Menyakitkan atau tidak? Relatif. Yang jelas kita hanya ingin kualitas hidup kita berkembang ( bukan hanya berubah) di tahun 2011.
Dari semua pencapaian saya di tahun 2011, masih jauh dari sempurna. Dan itu semua saya harap tumbuh di tahun 2011 ini. Misalkan dinilai berhasil oleh orang lain. Ya mungkin itu hanya penilaian sebagian orang saja dan mungkin juga itu adalah keberuntungan dari kesempatan yang saya ambil. Saya bukan orang yang oportunis, tapi kebetulan saya pandai mencari kesempatan. Misalkan dinilai kurang berhasil oleh orang lain, ya itu semua mungkin dikarenakan oleh kurangnya kemauan, konsentrasi, dan kemampuan di level saya pribadi.
Yang jelas, berpikir apa yang kita mau di tahun ini itu penting. Penting sekali punya target. Target yang harus dicapai tentunya, Barulah kita tahu apa saja usaha usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target kita sendiri.
Semoga, kita semua mendapatkan apa yang kita harapkan di tahun 2011 ini, tahun yang menggembirakan.
Cheers ;D
Monday, December 27, 2010
Tujuan = Hidup
Gua pernah bertanya tanya pada suatu saat tertentu mengapa kita ditaruh di dunia dan apakah makna hidup ini sebenarnya. Tentu saja, ada banyak banget pandangan terhadap pertanyaan ini, dan kemungkinannya akan terdapat 3 pandangan dan mungkin malah lebih!
Yang pertama adalah pandangan humanistik, yang mengatakan bahwa kita harus melakukan apa saja yang mungkin untuk mencapai potensi kita sepenuhnya, bahwa kita harus berusaha keras untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan. Kedua, kebanyakan kaum fundamentalis mengatakan bahwa tujuan dan alasan terakhir kita sebagai manusia untuk hidup adalah memuliakan Penciptanya. Yang ketiga adalah, sebagaimana yang dipikirkan oleh banyak pemimpin besar sepanjang sejarah dan diperlihatkan oleh contoh mereka, adalah melayani sesama manusia. Muhammad SAW, Yesus Kristus, para Budha, Bunda Teresa, dan Albert Schweitzer adalah contoh contoh orang yang melibatkan seluruh hidupnya pada pelayanan sesama.
Pandangan apapun yang lo sukai, terdapat sejumlah besar sinergi dan kesamaan dalam semua pendekatan ini. Bisa dibilang, bahwa melayani orang orang lain merupakan tantangan paling besar bagi bakat bakat dan kemampuan kemampuan seseorang. Yang menambah kemuliaan Pencipta kita adalah bekerja bareng bareng dan saling membantu mengatasi kemiskinan bersama, keputusasaan, dan kegagalan manusia pada zaman ini.
Entah lo yakin bahwa tujuan lo dalam hidup ini adalah mencapai potensi lo sepenuhnya, memuliakan Pencipta kita, atau melayani orang orang lain, hal tersebut cuma bisa dicapai melalui pengorbanan pribadi, usaha tekun, dan kerja sama erat dengan orang lain. Lo harus menemukan sesuatu yang lebih besar dan lebih mulia daripada diri lo sendiri, suatu cita cita yang menggelorakan emosi lo lebih daripada lain- lainnya. Itu semua adalah bagian dari perkembangan moral kita di masyarakat. Identifikasi figur, itu yang kita butuhkan agar kita dapat mencapai suatu tingkat yang dinamakan ideal diri. Kita masing masing sebaiknya berusaha untuk membuat dunia ini menjadi suatu tempat yang lebih baik daripada yang kita temukan dulu, kini, dan mungkin yang akan datang. Dan tetaplah menjadi tugas kita masing masing untuk menentukan apa andil kita dan apa apa saja yang dapat kita berikan. Coba deh renungin, siapa tau kita semua dapat pencerahan yang dapat 'memanusiakan' diri lo sebagai manusia : "Dunia macam apakah jadinya dunia ini, apabila setiap orang di dalamnya hanyalah seperti saya?"
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Yang jelas gua yakin, kita semua udah punya tujuan hidup kita masing masing. Entah pandangan lo sesuai dengan pendekatan yang mana. Itu adalah kebebasan yang patut kita perjuangkan dan pertanggungjawabkan di masa depan nantinya. Kita semua unik, ga ada yang simetris. Jadi perbedaan itu wajar, gausah dijadiin masalah. Perbedaan pandangan kita semua bisa aja jadi suatu pandangan baru yang mungkin aja lebih hebat dari pandangan yang udah kita pegang. Semua itu mungkin, hanya saja apakah kita dapat berbesar hati untuk menerima itu semua? Hanya kita masing masing yang dapat menjawabnya.
--whatdoyathink?--
Yang pertama adalah pandangan humanistik, yang mengatakan bahwa kita harus melakukan apa saja yang mungkin untuk mencapai potensi kita sepenuhnya, bahwa kita harus berusaha keras untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan. Kedua, kebanyakan kaum fundamentalis mengatakan bahwa tujuan dan alasan terakhir kita sebagai manusia untuk hidup adalah memuliakan Penciptanya. Yang ketiga adalah, sebagaimana yang dipikirkan oleh banyak pemimpin besar sepanjang sejarah dan diperlihatkan oleh contoh mereka, adalah melayani sesama manusia. Muhammad SAW, Yesus Kristus, para Budha, Bunda Teresa, dan Albert Schweitzer adalah contoh contoh orang yang melibatkan seluruh hidupnya pada pelayanan sesama.
Pandangan apapun yang lo sukai, terdapat sejumlah besar sinergi dan kesamaan dalam semua pendekatan ini. Bisa dibilang, bahwa melayani orang orang lain merupakan tantangan paling besar bagi bakat bakat dan kemampuan kemampuan seseorang. Yang menambah kemuliaan Pencipta kita adalah bekerja bareng bareng dan saling membantu mengatasi kemiskinan bersama, keputusasaan, dan kegagalan manusia pada zaman ini.
Entah lo yakin bahwa tujuan lo dalam hidup ini adalah mencapai potensi lo sepenuhnya, memuliakan Pencipta kita, atau melayani orang orang lain, hal tersebut cuma bisa dicapai melalui pengorbanan pribadi, usaha tekun, dan kerja sama erat dengan orang lain. Lo harus menemukan sesuatu yang lebih besar dan lebih mulia daripada diri lo sendiri, suatu cita cita yang menggelorakan emosi lo lebih daripada lain- lainnya. Itu semua adalah bagian dari perkembangan moral kita di masyarakat. Identifikasi figur, itu yang kita butuhkan agar kita dapat mencapai suatu tingkat yang dinamakan ideal diri. Kita masing masing sebaiknya berusaha untuk membuat dunia ini menjadi suatu tempat yang lebih baik daripada yang kita temukan dulu, kini, dan mungkin yang akan datang. Dan tetaplah menjadi tugas kita masing masing untuk menentukan apa andil kita dan apa apa saja yang dapat kita berikan. Coba deh renungin, siapa tau kita semua dapat pencerahan yang dapat 'memanusiakan' diri lo sebagai manusia : "Dunia macam apakah jadinya dunia ini, apabila setiap orang di dalamnya hanyalah seperti saya?"
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Macam apa?
Yang jelas gua yakin, kita semua udah punya tujuan hidup kita masing masing. Entah pandangan lo sesuai dengan pendekatan yang mana. Itu adalah kebebasan yang patut kita perjuangkan dan pertanggungjawabkan di masa depan nantinya. Kita semua unik, ga ada yang simetris. Jadi perbedaan itu wajar, gausah dijadiin masalah. Perbedaan pandangan kita semua bisa aja jadi suatu pandangan baru yang mungkin aja lebih hebat dari pandangan yang udah kita pegang. Semua itu mungkin, hanya saja apakah kita dapat berbesar hati untuk menerima itu semua? Hanya kita masing masing yang dapat menjawabnya.
--whatdoyathink?--
Sunday, December 26, 2010
IF YOU BELIEVE YOU CAN, YOU CAN!
Akhir akhir ini sering banget terlintas di pikiran gua soal, apakah nanti saya berhasil atau engga. Apakah yang membuat saya berhasil? Apa ada cara cara khusus yang memudahkan saya untuk mencapai suatu keberhasilan? Ternyata ada..
Gua sangat kagum sama orang yang berkata, " Gua yakin berhasil.". Walaupun keberhasilan sering banget telah berada persis di hadapan kita, keberhasilan itu bisa aja berubah karena ada faktor faktor yang ga dapat kita kendalikan. Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan, "Gua yakin pasti gagal," sebelum dia mencoba? Jika refleksi kata kata seperti ini yang timbul, maka hal ini akan sangat memengaruhi (bukan mempengaruhi) keyakinannya. Jangankan berjuang untuk mencapai hasil yang maksimal. mencoba pun dengan cara ogah ogahan, ya ga sih. Orang seperti ini, mungkin bukan gagal 100% tapi telah gagal 110% karena sebelum nyoba udah menyatakan ga bisa.
Kebanyakan orang yang ga berani mencoba atau ragu ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (sef confidence) pada diri mereka. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita ga akan pernah berpikir bahwa kita mampu melakukan hal yang hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dan tragisnya, dalam beberapa kasus, kita bahkan ga berani mencoba. Coba pikir deh, apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo punya rasa percaya diri yang hebat, yang selalu membuat otak lo berpikir bahwa lo bisa dan lo selalu mampu untuk melakukan segala sesuatu? Apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo mempunyai keyakinan yang begitu hebat yang menyebabkan lo sama sekali ga takut untuk gagal? Yang gua tau sih, sebagian orang sukses mulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau malah sama sekali ga ada. Akan tetapi, mereka melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa, dan akhirnya mereka menjadi sangat berani dan terbuka terhadap dunia luar. Sepertinya sih kuncinya ada ketika kita jujur sama diri kita sendiri, jujur terhadap segala potensi besar yang terkandung dalam diri lo, dan jalanin hidup lo secara konsisten dengan nilai tertinggi dan potensi terbesar dalam diri lo. Inilah kunci yang akan mengarahkan kita pada keyakinan yang positif, yang bernilai dan berpengaruh besar pada kehidupan lo nantinya. Amin
Your focus determines your reality, itu jargon yang selama ini gua pegang. Keyakinan lo mempengaruhi realitas hidup lo nantinya. Keyakinan hidup lo punya korelasi yang besar terhadap kelakukan lo setiap hari. Mulai dari cara dan gaya bicara lo, estetika dari penggunaan bahasa lo, dan cara lo berkomunikasi dengan orang.
Nah sekarang tinggal timbul pertanyaan, kapan kita akan memulai?
Sudahkah saya?
Sudahkah kamu?
Sudahkah kita semua?
Gua sangat kagum sama orang yang berkata, " Gua yakin berhasil.". Walaupun keberhasilan sering banget telah berada persis di hadapan kita, keberhasilan itu bisa aja berubah karena ada faktor faktor yang ga dapat kita kendalikan. Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan, "Gua yakin pasti gagal," sebelum dia mencoba? Jika refleksi kata kata seperti ini yang timbul, maka hal ini akan sangat memengaruhi (bukan mempengaruhi) keyakinannya. Jangankan berjuang untuk mencapai hasil yang maksimal. mencoba pun dengan cara ogah ogahan, ya ga sih. Orang seperti ini, mungkin bukan gagal 100% tapi telah gagal 110% karena sebelum nyoba udah menyatakan ga bisa.
Kebanyakan orang yang ga berani mencoba atau ragu ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (sef confidence) pada diri mereka. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita ga akan pernah berpikir bahwa kita mampu melakukan hal yang hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dan tragisnya, dalam beberapa kasus, kita bahkan ga berani mencoba. Coba pikir deh, apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo punya rasa percaya diri yang hebat, yang selalu membuat otak lo berpikir bahwa lo bisa dan lo selalu mampu untuk melakukan segala sesuatu? Apa yang akan terjadi pada diri lo jika lo mempunyai keyakinan yang begitu hebat yang menyebabkan lo sama sekali ga takut untuk gagal? Yang gua tau sih, sebagian orang sukses mulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau malah sama sekali ga ada. Akan tetapi, mereka melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa, dan akhirnya mereka menjadi sangat berani dan terbuka terhadap dunia luar. Sepertinya sih kuncinya ada ketika kita jujur sama diri kita sendiri, jujur terhadap segala potensi besar yang terkandung dalam diri lo, dan jalanin hidup lo secara konsisten dengan nilai tertinggi dan potensi terbesar dalam diri lo. Inilah kunci yang akan mengarahkan kita pada keyakinan yang positif, yang bernilai dan berpengaruh besar pada kehidupan lo nantinya. Amin
Your focus determines your reality, itu jargon yang selama ini gua pegang. Keyakinan lo mempengaruhi realitas hidup lo nantinya. Keyakinan hidup lo punya korelasi yang besar terhadap kelakukan lo setiap hari. Mulai dari cara dan gaya bicara lo, estetika dari penggunaan bahasa lo, dan cara lo berkomunikasi dengan orang.
Nah sekarang tinggal timbul pertanyaan, kapan kita akan memulai?
Sudahkah saya?
Sudahkah kamu?
Sudahkah kita semua?
Subscribe to:
Posts (Atom)




