Sukacita kita adalah dukacita kita sendiri yang menyingkapkan kedoknya.
Dan dari sumber yang sama, gelak tawa kita yang bangkit seringkali dipenuhi dengan air mata
Dan bagaimana yang lain dapat terjadi?
Semakin dalam duka itu menggores ke dalam jiwa, maka semakin mampulah jiwa kita menampung bahagia
Apabila kita bergembira, tengoklah ke dalam hati kita dan akan kita temukan itulah satu satunya yang pernah memberi kita dukacita yang tengah memberi kita kesenangan
Apabila kita bersedih tengoklah lagi ke dalam hati kita, dan akan kita saksikan bahwa hakikatnya kita sedang menangisi sesuatu yang pernah memberi kita kesenangan
Sebenarnya kita ditempatkan di tengah timbangan yang adil, antara suka dan derita
Hanya ketika kita merasa hampa, kita berada di perhentian dan..... Seimbang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment