Sunday, January 2, 2011

SUKADUKADUKASUKA

Sukacita kita adalah dukacita kita sendiri yang menyingkapkan kedoknya.
Dan dari sumber yang sama, gelak tawa kita yang bangkit seringkali dipenuhi dengan air mata

Dan bagaimana yang lain dapat terjadi?

Semakin dalam duka itu menggores ke dalam jiwa, maka semakin mampulah jiwa kita menampung bahagia

Apabila kita bergembira, tengoklah ke dalam hati kita dan akan kita temukan itulah satu satunya yang pernah memberi kita dukacita yang tengah memberi kita kesenangan

Apabila kita bersedih tengoklah lagi ke dalam hati kita, dan akan kita saksikan bahwa hakikatnya kita sedang menangisi sesuatu yang pernah memberi kita kesenangan

Sebenarnya kita ditempatkan di tengah timbangan yang adil, antara suka dan derita

Hanya ketika kita merasa hampa, kita berada di perhentian dan..... Seimbang

No comments:

Post a Comment